Coretan Ringan Dikala Luang
Coretan Ringan Dikala Luang

Gerhana Matahari Total 2016

airawan.xyz – Seperti yang sudah banyak diberitakan, baik itu di media cetak maupun media online, tanggal 9 Maret 2016 nanti akan ada suatu peristiwa yang tidak akan datang setiap hari, setiap minggu, setiap bulan atau pun setiap tahun, yakni akan adanya Gerhana Matahari Total, yang akan terjadi 350 tahun lagi.

 

Fakta-fakta Unik Seputar Gerhana Matahari

 

1. Mitos Seputar Gerhana Matahari

Hampir di seluruh dunia terdapat Mitos tentang penyebab terjadinya Gerhana Matahari ini, seperti di China, yang menurut masyarakat sana penyebab Gerhana Matahari adalah adanya Naga yang memakan Matahari. Ataupun mitos di Eropa, khususnya kaum Viking yang beranggapan serigala yang menghilangkan Matahari. Ataupun masyarakat Yunani kuno yang mempunyai kepercayaan adanya Gerhana Matahari ini merupakan kemarahan dari dewa dewi mereka dan merupakan suatu peringatan akan terjadinya suatu bencana ataupun kehancuran.

Sedangkan di Indonesia sendiri, khususnya masyarakat Jawa dan Bali, mitos tentang Gerhana Matahari ini adalah Dongeng Batara Kala yang merupakan Kepala Raksasa yang menelan Matahari dan Bulan, yang menyebabkan keduanya menghilang, lalu setelah dimuntahkan, Matahari dan Bulan tersebut muncul kembali. Cukup unik…

 

2. 350 Tahun Lagi

Dalam kaitannya dengan Gerhana Matahari Total yang akan terjadi tanggal 9 Maret nanti, menurut Bapak Masturyono, Deputi Geofisika BMKG, sebenarnya Gerhana Matahari itu dapat terjadi beberapa kali dalam setahun, namun tidak Total, dan walau terjadi Gerhana Matahari Total itupun belum tentu dapat dilihat dari seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerhana Matahari Total di tahun 1983, hanya daerah wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi dan Papua saja yang dapat melihatnya. Sedangkan di daerah lain tidak dapat melihatnya.

Berbeda dengan Gerhana Matahari Total 2016 ini, yang hampir seluruh wilayah Indonesia dapat melihatnya, tepatnya ada 12 Provinsi, yaitu: Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Walaupun tidak 100% atau hanya parsial. Dan inilah yang membedakan Gerhana Matahari Total 2016 ini, dan fenomena Gerhana Matahari Total ini akan terjadi nanti 350 tahun lagi. Wow…

 

3. Gerhana Matahari Total 1983

Seperti yang telah disinggung diatas, Indonesia juga pernah mengalami Gerhana Matahari Total pada tahun 1983, tepatnya tanggal 11 Juni 1983. Namun pada saat itu pemahaman dan sosialisasi tentang Gerhana ini masih sangat terbatas, karena muncul mitos jikalau Gerhana tersebut dapat menimbulkan kebutaan. Bahkan pemerintah setingkat Gubernur pun mengeluarkan semacam surat edaran untuk dapat menghentikan segala aktivitas pada saat Gerhana Matahari Total saat itu.

Berbeda dengan saat ini yang begitu antusiasnya masyarakat Indonesia, bahkan dunia untuk dapat menyaksikan peristiwa langka ini.

 

4. Hanya di Indonesia

Dan uniknya lagi, hanya Indonesialah satu-satunya daratan yang dilewati oleh Gerhana Matahari Total 2016 ini, sehingga dapat dipastikan, akan berdatangan lah para wisatawan dan para peneliti dari seluruh dunia ke Indonesia demi menikmati fenomena Gerhana Matahari Total ini. Jadi beruntunglah kita sebagai masyarakat Indonesia.

 

Informasi Lain tentang Gerhana

 

1. Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Sedangkan jika dilihat dari sisi sains, Gerhana Matahari terjadi ketika matahari, bulanimages dan bumi berada sejajar di satu garis lurus, sehingga cahaya dari Matahari ke Bumi terhalang oleh Bulan, baik itu sebagian maupun seluruhnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di gambar samping kanan ini. Daerah yang berada di area Umbra akan melihat Gerhana Matahari Total, sedangkan daerah yang ada di area Penumbra hanya akan melihat Gerhana Matahari Sebagian atau Parsial.

Yang menarik dari proses terjadinya Gerhana Matahari ini adalah begitu tepatnya jarak antara dari Matahari ke Bulan dan dari Bulan ke Bumi. Sehingga pada saat Gerhana Matahari Total, kita dari Bumi dapat dengan tepat melihat bayangan Bulan yang menutupi hampir seluruhnya dari luas Matahari. Subhanallah…

Untuk statistiknya, menurut Wikipedia jarak antara Matahari ke Bulan pada waktu Gerhana Matahari Total adalah 149.680.000 km sedangkan jarak antara Bulan ke Bumi adalah 384.400 km.  Jadi begitu sempurnanya Allah dalam merangkai jarak antara Matahari, Bulan dan Bumi, sehingga terbentuklah Gerhana Matahari Total yang dapat kita lihat di Bumi. Sekali lagi.. Subhanallah…

 

2. Macam-Macam Gerhana

Seperti yang di kutip dari Wikipedia, Gerhana Matahari terbagi menjadi 4 macam :

  • Gerhana Matahari Total, terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
  • Gerhana Matahari Sebagian, terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
  • Gerhana Matahari Cincin, terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
  • Gerhana Matahari Hibrida, bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.

 

 3. Perangko Gerhana Matahari Total 2016

Dalam rangka menyambut Gerhana Matahari Total 2016 ini, pemerintah melalui Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika menerbitkan perangko khusus Gerhana Matahari Total 2016 pada tanggal 23 Februari lalu.

Prangko seri Gerhana Matahari Total 2016 ini diterbitkan dalam 3 (tiga) keping Prangko dengan gambar latar belakang peristiwa Gerhana Matahari yang dikombinasikan dengan kultur budaya Indonesia, seperti yang dibahas di poin 1 tadi tentang mitos Gerhana di Jawa dan Bali. Prangko seri Gerhana Matahari Total, diterbitkan dengan jumlah cetak: 300.000 set dengan harga Rp 9.000 per atau Rp 3.000 per keping, yang diracang oleh desainer Agung EBW dan Triyadi Guntur. Pada penerbitan Prangko seri Gernaha Matahari Total tersebut juga diterbitkan Souvenir Sheet dengan jumlah cetak yang sangat terbatas, yaitu 9.000 lembar dengan harga Rp 15.000 per lembar. Penerbitan Sampul Hari Pertama (SHP) seri Gerhana Matahari Total juga dicetak dengan jumlah yang sangat terbatas yaitu 3.000 buah dengan harga Rp 12.000 perbuah, yaitu dirancang oleh desainer Tata Sugiarta.

Perangko Gerhana Matahari Total 2016

 

 

Kira-kira seperti itulah informasi-informasi seputar Gerhana Matahari Total 2016 ini, semoga bermanfaat..

 

Sumber : Republika Online, Viva.co.id, Wikipedia, Pos Indonesia

 

Share This